Senin, 05 September 2011

App Inventor : Hello World


Hello World
  
Pada bab awal ini kita akan memperlajari beberapa hal mendasar pada App Inventor, terutama bagaimana bekerja menggunakan Komponen Desainer � Component Designer , Blok Editor �Block Editor juga menggunakan Emulator untuk menguji aplikasi. Dan projek pertama kita adalah membuat projek ritual, yang juga dibuat pada semua awal belajar membuat aplikasi, yaitu membuat aplikasi dengan nama Helloworld. Ok kita langsung mulai :

  1. Aplikasi ini adalah sebuah aplikasi sederhana, ketika kita menyentuh layar �Click button akan terdengar dering jam wekker dan juga bergetar -Vibrate, dan kemudian setelah itu kita akan mengembangkannya dengan sebuah fitur ketika menggoyangkan handset �Accelerometer sensor akan langsung terdengar suara dering wekker otomatis seperti ketika kita menyentuh layar. Aplikasi ini akan menggunakan gambar jpg dengan dimensi sekitar 300x300px yang akan ditempatkan pada sebuah button � tombol dan juga suara dering dengan format mp3.





  1. Buat projek baru dari New > Helloworld


Gb. Membuat Projek Baru

  1. Maka akan terbuka jendela Blok Editor berisi Viewer, Components dan Properties yang merupakan kanvas kerja kita. Kemudian masukkan Label dari Pallete > Label , seperti pada gambar


Gb. Memberi Label


  1. Set properti nya pada Text = My Hello World , Font = Bold, Background = Orange
  2. Masukkan Button dari Pallete, dan klik button yang telah dimasukkan pada viewer sehingga terlihat propertinya, dan kemudian masukkan image untuk button dengan cara : klik button dan pada jendela properti image > add sehingga muncul jendela upload file, pilih browse untuk mencari file gambar anda, kemudian klik OK.


 
Gb. Mengeset image Button

  1. Maka gambar akan diupload dan masuk menjadi image pada tombol button1.


 Gb. Image pada Button1

  1. Setelah itu kita akan menambahkan suara, dari jendela Pallete > Media kemudian drag drop komponen Sound kedalam viewer.  Komponen Sound adalah Non-Visible sehingga dimanapun dia diletakkan akan berada dibawah viewer.
  2. Klik pada Sound sehingga terlihat propertinya di jendela Properties, set source dengan suara yang kita miliki. Ini akan membuat source suara diupload, dengan cara seperti file gambar pada button tadi -browse.


Gb. Menambahkan Suara

  1. Kita telah selesai pada tahap ini, selanjutnya adalah bagaimana membuat komponen-komponen yang ada ini bisa berfungsi sesuai dengan yang kita inginkan
  2. Klik pada Open the Block Editor, sehingga muncul jendela Opening �. Pilih Run langsung, atau Pilih simpan atau save file .jnlp tersebut. Apabila disimpan Setelah tersimpan di komputer kita, jalankan dengan meng-kliknya dua kali file tersebut �RUN  , pastikan ketika membuka file ini adalah menggunakan javaw \ javaws � Java Webstart. Cara setingnya adalah klik kanan pada file, Open With > Choose Default Program > kemudian cari pada C:\Program Files\Java\jre6\bin\javaw atau C:\Program Files\Java\jdk\jre6\bin\javaws dan kemudian cheklist pada Always use the selected progam .....  abaikan peringatan security warning


 Gb. Save Aplikasi

  1. Akan terbuka, jendela Downloading application biarkan sampai selesai,


Gb. Seting javaw � Java Webstart untuk membuka file yg didownload


  1. Pilih OK pada pertanyaaan starting Block Editor, hingga muncul Editor seperti dibawah ini yang berarti jendela kerja Blocks Editor kita sudah terbuka dan siap untuk digunakan
  
Gb. Jendela Blocks Editor

  1. Klik pada MyBlok > Button1 kemudian pilih event Button1.Click sehingga muncul di viewer



Gb. Memasukkan Event untuk Komponen Button1

  1. Kemudian pilih Sound1 > Sound1.Play tarik dan tempatkan pada Button1.Click


Gb. Memasukkan Event Button1 & Suara

  1. Untuk mencobanya kita set terlebih dahulu emulatornya, klik pada new emulator, OK pada starting the emulator hingga muncul emulatornya, buka key lock dengan menggeser tanda kunci disebelah kiri

Gb. Emulator


  1. Kemudian kembali ke Block Editor, klik pada Connect to Device > pilih emulator tunggu hingga proses download selesai dan aplikasi akan tampil di emulator. Coba klik pada layar emulator apakah aplikasi yang kita bikin berfungsi, yaitu akan mengeluarkan suara dering weker ketika di klik. Apabila kita mencobanya pada Handset Android, kita bisa menyentuh layarnya.






Gb. Aplikasi pada Emulator

  1. Kemudian kita akan tambahkan fungsi lainnya, yaitu fungsi getar. Dari My Block > Sound1 tambahkan event Sound1.Vibrate , kita akan melihat event ini memiliki text bertuliskan millisecs ini berarti kita bisa mengeset waktu getarnya �variabel ini disebut juga argument. Caranya klik pada layar block editor diluar block event, yang akan membuat munculnya deretan menu tombol Text, List, Math dan yang lainya,  untuk memberikan nilai vibrasi-nya yaitu pada tombol Math > 123


Gb. Event Sound1.Vibrate

  1. Hingga muncul block number, klik pada block number dan ubah angkanya -dalam satuan milisecond . Cuma sayangnya dengan emulator kita tidak bisa mencobanya, karena getaran hanya bisa dirasakan di Handset.


Gb. Event Sound1.Vibrate & Set waktu

  1. Kita akan belajar lebih jauh dan mengembangkan aplikasi yaitu dengan menambahkan sensor accelerometer, caranya kembali ke Komponen Desainer di Browser, pilih Pallete > Sensor kemudian drag-drops AccelerometerSensor1. Sekali lagi mengingatkan dia adalah komponen yang Non-Visible, sehingga akan langsung berada diluar layar.


 Gb. Komponen AccelerometerSensor1

  1. Kembali ke Block Editor, dan pada MyBlock sudah terdapat komponen AccelerometerSensor1 tarik keluar blok event AccelerometerSensor1.Shaking , juga komponen Sound1.play . Ini berarti kita membuat event ketika handset di goyangkan maka akan langsung terdengar suara dering wekker. Kemudian bisa kita coba di handset kita.


 Gb. Event AccelerometerSensor1


  1. Untuk membuat aplikasi kita menjadi aplikasi yang mandiri, bisa kita memaket -Packaging dan download aplikasi yang kita buat ini dengan cara dari Komponen Desainer kemudian menu Package For Phone pada sebelah kanan. Terdapat dua pilihan yaitu disimpan pada komputer atau langsung di Handset kita.




Gb. Packaging Aplikasi


  1. Apabila kita pilih disimpan di komputer, maka akan dipaket dan didownload ke komputer, sedangkan apabila di download ke Handset maka akan langsung terinstall.

Worktoon











Learning Point
Dari yang telah kita praktekkan kita telah belajar beberapa hal dasar tentang :

  1. Mengenal Lingkungan kerja yaitu Komponen Desainer, Blok Editor, juga Emulator
  2. Kita melihat adanya komponen yang terlihat pada Interface aplikasi kita  -Visible dan komponen yang tidak terlihat �Non-Visible
  3. Mengenal beberapa komponen dan bagaimana mensetting properti dari komponen tersebut, memberikan event dan juga mengatur fungsionalitas �Behavior dari event
  4. Memaket � Packaging aplikasi dengan extention .apk , hingga bisa kita bagikan aplikasi ke pengguna selain kita dan diinstall di handsetnya, entah itu nantinya kita bagikan secara gratis atau dijual di market.


WhacKecoa di Market

Buku App Inventor  Klik disini

Download di Slideshare : App Inventor Hello World

Memulai App Inventor


Memulai App Inventor

 Untuk menggunakan App Inventor ada beberapa hal yang harus di siapkan terlebih dahulu, yaitu :

  1. > Memiliki Account Gmail terlebih dahulu, dan masuk �Log In  ke  http://www.appinventorbeta.com http://beta.appinventor.mit.edu/ , apabila anda belum memiliki Account Gmail maka terlebih dahulu mendaftar pada http://www.gmail.com
  2. > Setelah masuk anda akan diminta untuk membaca & menyetujui term of service dari google, klik pada tombol I accept the terms of service.



Gb. Term Of  Service

  

Untuk memulai App Inventor :
1.      Miliki Account gmail, http://www.gmail.com
2.      Masuk ke http://www.appinventorbeta.com http://beta.appinventor.mit.edu/
  1. 3. Download & Install Java 6 (1.6) dari http://www.java.com
  2. 4. Download & Install AppInventor_Setup_Installer_v_1_2.exe http://www.appinventorbeta.com/learn/setup/setupwindows.html 

  3. http://beta.appinventor.mit.edu/learn/setup/setupwindows.html
  4. 5. Install & Setting driver HP Android apabila ada
  5. 6. Have fun with App Inventor .. :D



  1. > anda akan dibawa ke halaman App Inventor Setup, dimana terdapat dua tahapan dasar pada setup yaitu :
    1. Pada platform windows, - apabila anda menggunakan Linux anda bisa download App Inventor setup untuk Linux :
v     Setup Komputer, yaitu memiliki komputer PC dgn syarat untuk Windows. Sistem Operasi Windows yang didukung Windows XP, Windows Vista, Windows 7
v     Telah menginstall Browser minimal Google Chrome 4.0 � rekomendasi  , Apple Safari 5.0 , Microsoft Internet Explorer 7, Mozilla Firefox 3.6
v     Menginstall Java 6� java 1.6, bisa juga java 1.7 yg bisa download di http://www.java.com,
v     Kemudian install AppInventor_Setup_Installer_v_1_2.exe yg bisa di download di http://www.appinventorbeta.com/learn/setup/setupwindows.html
http://beta.appinventor.mit.edu/learn/setup/setupwindows.html


Gb. App Inventor Setup


    1. Setup lingkungan Developing, yaitu :
v     Menggunakan Emulator,: pada penggunaan emulator tidak memerlukan setup diawal, karena tinggal diaktifkan dari blok editor.
v     Menggunakan Handset Android. - Kalau tidak ingin mengesetnya kita bisa langsung melakukan developing.
Setup Handset Android
Tahap ini dilakukan apabila anda ingin langsung mencoba hasil develop anda ke handset android. Pertama anda harus memiliki kabel data USB, dan menginstall driver handset Android anda. Hampir semua handset android di dukung oleh App Inventor, dan pastikan juga anda telah memiliki memory SD Card yang terpasang.
Setelah itu setting pada handset kita :
1.      Masuk pada home screen
2.      Pilih Setting > applications
3.      Pada Unkown sources di ceklist

Gb. Setting
4.      Pilih Development, ceklist pada USB Debugging dan Stay Awake 

Gb. Setting
Setelah itu koneksikan Handset anda dgn kabel USB Data ke komputer � dalam keadaan screen unlock, hingga akan muncul dua pesan notifikasi pada atas layar yaitu :
v     USB Connected, yang berarti handset telah terhubung ke komputer.
v     USB Debugging Connected, yang membuat App Inventor di komputer mengontrol handset.
Sampai disini berarti handset android kita telah siap untuk digunakan untuk mencoba aplikasi yang kita buat dengan App Inventor.

     Catatan :
Perlu diingat apabila anda menggunakan browser Mozila firefox agar semua berjalan lancar, apabila kita menggunakan fasilitas script  - NoScript extension , dan juga apabila ada firewall yang aktif, silahkan di konfigurasikan apabila mengganggu atau menghalangi koneksi developing. App Inventor akan mencari Setup secara otomatis, tapi apabila ada pertanyaan path lokasi App Inventor biasanya ada pada C:\Program Files\AppInventor\commands-for-Appinventor.

  1. > Setelah semua konfigurasi dan setting selesai, anda bisa langsung masuk ke lingkungan developing dengan melalui http://www.appinventorbeta.com http://beta.appinventor.mit.edu/ - apabila tadi masih login anda langsung akan dibawa ke jendela developing :


 Gb. Jendela Developing


  1. Klik pada New, dan mulai projek baru misal dengan nama Helloworld, kemudian klik pada tombol OK
  


Gb. Membuat Projek Baru


  1. Maka akan terlihat langsung projek kita



Gb. Projek Baru


Lingkungan Kerja App Inventor
Sebelum kita melanjutkan untuk memulai developing, kita mengenal terlebih dahulu lingkungan kerja pada App Inventor yang terdiri dari :
  1. Komponen Desainer � Component Designer yang berjalan pada Browser, digunakan untuk memilih komponen dan mengatur property.





Gb. Komponen desainer
Komponen desainer , terdiri dari :
    1. Viewer             : untuk menempatkan komponen dan mengaturnya sesuai tampilan yang diinginkan.
    2. Pallete              : adalah list dari komponen yang bisa dipakai
    3. Component list : merupakan tempat list komponen dari projek yang kita pakai
    4. Media              : mengambil media audio dan gambar untuk projek kita
    5. Properties         : ketika anda klik komponen pada viewer maka propertiesnya akan terlihat pada panel ini


  1. Blok Editor � Blocks Editor berjalan diluar browser, dimana digunakan untuk membuat dan mengatur behaviour dari komponen yang kita pilih pada komponen desainer.



Gb. Blocks Editor

  1. Emulator , digunakan untuk menjalankan dan mengetest aplikasi yang kita bangun. Ini sangat bermanfaat apabila kita belum menggunakan handset langsung, karena Emulator Android ini telah terintegrasi dengan baik.




Gb. Emulator

Ketiga Lingkungan kerja diatas, akan bisa tampil secara bersamaan dan secara bergantian juga berpindah kita akan menggunakannya dalam membuat aplikasi android dengan App Android.

Contoh Aplikasi yg mimin bikin pake App Inventor di market : WhacKecoa ,silahkan dicoba



Cek ttg Buku App Inventor disini 

Artikel selanjutnya : Hello World

Download di Slideshare : Memulai App Inventor

Apa Itu App Inventor

App Inventor adalah sebuah tool untuk membuat aplikasi android, yang menyenangkan dari tool ini adalah karena berbasis visual block programming, jadi kita bisa membuat aplikasi tanpa kode satupun. Mengapa disebut visual block programming?, karena kita akan melihat, menggunakan, menyusun dan drag-drops �blok� yang merupakan simbol-simbol perintah dan fungsi �event handler tertentu dalam membuat aplikasi, dan secara sederhana kita bisa menyebutnya tanpa menuliskan kode program �coding less. Wow kedengarannya menyenangkan bukan?.


Misalnya seperti gambar dibawah ini, sebuah block program pada App Inventor untuk sebuah daftar warna, tanpa kode bukan?






































Betul skali, kita tidak harus memiliki basic programmer, mengerti kode-kode atau berkecimpung dalam dunia teknologi informasi untuk membuat aplikasi dengan App Inventor. Bahkan App Inventor tidak hanya untuk membuat aplikasi, karena bisa digunakan untuk mengasah logika anda, sperti halnya menyusun sebuah puzzle. Untuk programmer tentu ada opsi-opsi advance untuk membuatnya sesuai dengan level kita.

Framework visual programming ini terkait dengan bahasa pemrograman Scratch dari MIT, yang secara spesifik merupakan implementasi dari Open Block yang didistribusikan oleh MIT Scheller Teacher Education Program yg diambil dari riset yang dilakukan oleh Ricarose Roque. App Inventor menggunakan Kawa Language Framework dan Kawa�s dialect � yg di develop oleh Per Bothner dan di distribusikan sebagai bagian dari GNU Operating System oleh Free Software Foundation sebagai Compiler yang mentraslate visual block programming untuk diimplementasikan pada platform Android. Tentu disini anda tinggal menikmati kemudahan yang ada. alu, apa yg bisa kita lakukan dengan App Inventor?, yang bisa kita lakukan dengan App Inventor adalah :

  1. Just for fun
Katakanlah anda memiliki Handset Android, atau baru memasang virtual handset Android pada komputer anda, atau bahkan tidak sama sekali, App Inventor akan bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan seperti halnya anda menyukai mengedit gambar, bermain puzzle, mengasah otak anda seperti mengisi TTS, atau belajar sebagai basis menguatkan kemampuan logika anda, semua terasa menyenangkan.
  1. Learning tool
Entah anda seorang pelajar, mahasiswa, guru, dosen atau hobbist anda akan bisa menjadikan App Inventor sebagai tool belajar anda. Jika anda seorang guru atau dosen anda akan membuat App Inventor menjadi alat pengajar yang hebat, karena visualisasi akan mempermudah siswa memahami dan menguasai apa yg anda ajarkan.
  1. Membuat aplikasi
Mulai dari membuat prototype, aplikasi untuk kebutuhan pribadi & organisasi, atau aplikasi serius yang bisa anda jual

Apabila anda telah mencoba menggunakan App Inventor, anda akan merasakan betapa mudahnya, tentu disamping karena berbasis visual drag drops ini juga karena anda :
  1. >Tidak perlu menghafal dan mengingat instruksi atau kode-kode program
  2. >Komponen & Blok event tersedia dengan lengkap anda tinggal menggunakannya. Layaknya sebuah objek anda tinggal merangkainya dengan Komponen & Blok yang sesuai fungsinya, tinggal meletakkanya seperti puzzle tinggal merubah propertinya, misal memberikan nilai angka untuk mengeset timer dll.
  3. >Event handler akan memudahkan anda dalam menangani setiap �kejadian� atau event yang anda ingin handle. Misal anda membuat sebuah aplikasi untuk menangani sms, dalam App Inventor anda tinggal mengambil �drag drops blok yang menangani event sms.
Aplikasi yg bisa dibuat dengan App Inventor
Dari tadi kita membicarakan tentang mudahnya menggunakan App Inventor, anda tentu kemudian bertanya-tanya aplikasi apa yang bisa kita buat dengan App Inventor, apa �Cuma� main-main saja?, well jawabannya tergantung anda menginginkanya menjadi seperti apa.

Karena dengan App Inventor relatif kita bisa menggunakan imajinasi kita seluas-luasnya, seperti pepatah pada android �Dalam Android imajinasi adalah batasannya. Disini kita akan bisa membuat Games, Tool App misal barcode reader, aplikasi berbasis lokasi, untuk mengontrol LEGO Robot atau juga aplikasi untuk berkomunikasi dengan web.


App Inventor Saat ini bisa di akses di http://beta.appinventor.mit.edu/ versi beta dari MIT, bisa jadi nanti akan berubah so stay tune di blog ini :D ..... ,harus online ketika membuat aplikasi-nya, silahkan baca di posting selanjutnya 


Contoh aplikasi yg dibuat dgn App Inventor, Silahkan download di market : 
WhacKecoa & Song Of Android Indonesia




Artikel Selanjutnya disini Memulai App Inventor
Download di Slideshare : Berkenalan dengan App Inventor
Buku App Inventor klik disini

Jumat, 02 September 2011

Lenovo announces IdeaPad A1, the $199 Android tablet, we go hands-on (video)

By posted Sep 1st 2011 12:00PM

Lenovo announces IdeaPad A1, the $199 Android tablet, we go hands-on (video)
If you thought you couldn't get a real Android tablet from a brand you've heard of for less than $200, think again. Lenovo's just announced the IdeaPad Tablet A1, a 7-inch Android unit that we got a sneaky first glimpse of back in July. Now it's real, and it's cheap, it's running Gingerbread, and while it doesn't hold a candle to the Galaxy Tab 7.7, it honestly feels like something far above its price point. Read on for our impressions.

There are plenty of cheap Android tablets out there, but most have sketchy construction and many are locked out of the Android Market -- meaning no Gmail app, no Maps, and none of the other built-in Google goodies. That's not the case with the A1, which is running Android 2.3 Gingerbread on a single-core Cortex A8 processor. It has front- and rear-facing cameras (the back one rated at three megapixels) and a 7-inch, 1,024 x 600 display.





Again, those are specs that don't compare to the Samsung Galaxy Tab 7.7, but something tells us you won't be able to score one of these for the $199 asking price that the A1 starts at. For that you'll get 8GB of storage, but a 16GB model will go for $249, 32GB for $299. We're told only the 16GB and 32GB models will be shipped to the US, which is a bit of a shame, as with both microSD and SD expansion it'll be fairly easy to add more. Connectivity is limited to WiFi, but there is a GPS in there, so it could make for a passable navigation device.





This certainly isn't the slimmest tablet on the market, but it's very comfortable to hold in the hand, and Lenovo says it has the same sort of magnesium alloy rollcage inside as used on ThinkPads, here adding durability and stiffness. Also, it's available in pink, and you don't see that every day on a tablet. We did find the blue a bit more fetching, but we won't think less of you if you opt for the more refined black or white options when this thing ships sometime later this year.



Update: In case you're wondering, yes, we asked if it would be upgraded to Honeycomb. We didn't get a straight answer, but it didn't seem particularly likely.
Source : engadget

Samsung Unveils Galaxy Tab 7.7 Android Honeycomb Tablet

New 7-inch Honeycomb tablet is first with a high-resolution Super AMOLED Plus display.

Samsung today launched the successor to its original Galaxy Tab tablet, one year after first showing off the 7-inch Galaxy Tab at last year�s IFA trade show in Berlin. That Samsung would refresh that initial model, and bring its naming convention more in line with the other tablets in the company�s lineup (the Galaxy Tab 10.1 and Galaxy Tab 8.9) was predictable. That Samsung would include a Super AMOLED Plus display on such a large screen was less of a given, but no less welcome.

A year ago, some observers had theorized that Samsung might include an AMOLED display on its first Galaxy Tab. But the company didn't show off its 7-inch Super AMOLED Plus display technology until November 2010. The panels�actually 7.7 inches�went into mass production in August 2011, so the use of Super AMOLED Plus makes total sense for the next-generation 7-inch-class Tab.

The display brings the benefits of Super AMOLED Plus (bright display, vibrant colors) together with a sharp resolution�1280 by 800 pixels. That makes it the highest-resolution display on a tablet we�ve seen. So far.

The Tab�s introduction today, as with the Samsung Note, was a worldwide unveiling. As of now, according to Samsung, there are no plans for it to come to the U.S. market. That said, fall CTIA isn�t far away�and I fully expect we will have news coming from Samsung about Tab 7.7�s U.S. availability just in time for the final holiday shopping crunch.

The Tab 7.7 packs a 1.4GHz dual-core processor (no word on the type of CPU) and Android 3.2v Honeycomb (not clear what the �v� stands for on the spec sheet, though this does include Samsung�s TouchWiz UX interface). Like Samsung�s other Galaxy Tab introductions this year, the 7.7 distinguishes itself with its slim and sleek design. The Tab 7.7 measures 7.89 millimeters thin, or 0.31 inch, practically two-tenths of an inch less than the original Galaxy Tab�s depth.

The new model is lighter, too: It weighs only 335 grams (0.75 pound), which shaves a full tenth of a pound off the weight of last year�s model, and makes this tablet one of the lightest on the market. That weight also helps to make this device the first tablet to seriously begin to close the gap between tablets and dedicated e-readers with E Ink displays. Granted, e-readers now hover around the half-pound mark, but the Tab 7.7�s progress in shedding weight is noteworthy, nonetheless.

Another less touted, but notable inclusion: Universal Remote Control functionality, so you can control your home entertainment system components directly from the tablet. (Presumably this capability uses a built-in IR blaster, but that wasn�t stated on the available spec information.) After trying out a URC on the newSony Tablet S, I�m convinced this will be one of the must-have features for a tablet going forward.

The connectivity options in this model are strong. The Tab 7.7 supports HSPA+ 21mbps networks, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n (on both 2.4GHz and 5GHz bands), and Wi-Fi Channel Bonding for improved Wi-Fi performance. As announced in this worldwide version, the Tab 7.7, like the original Tab, supports voice calls. Assuming the 7.7 comes stateside, though, I would expect we�d lose the voice capability, just as we did on the original Tab. (Memo to U.S. carriers: Some consumers actually want their tablet to be capable of acting as their phone, too.)

Samsung says the Tab 7.7�s 5100 mAh battery will provide up to 10 hours of video playback.

The unit will come in 16GB, 32GB, and 64GB capacities, with a microSD card slot on board for up to 32GB of files. The cautious language of Samsung�s press release indicates a dangerous trend forming, though. The company specifies the microSD card slot is for �direct media files transfer� only, something that Sony did with its Tablet S as well. I don�t like this trend one bit: Consumers are used to card slots supplementing their storage, not being used solely as a transfer mechanism.

Clearly, with this announcement, as well as the recent release of theAcer Iconia A100 and others, the 7-inch-tablet market has a new lease on life. Now all we need is Samsung�s release timing and pricing, which I expect we�ll hear more about by October.

Would you recommend this story?



Source : pcworld

Selasa, 23 Agustus 2011

Preview of Google TV Add-on for the Android SDK

[This post is by Ambarish Kenghe, who�s a Product Manager for Google TV � Tim Bray]

At Google I/O, we announced that Android Market is coming to Google TV. Today, we�re announcing a preview of the Google TV Add-on for the Android SDK. With the upcoming OS update to Honeycomb, Google TV devices will be Android compatible. That means developers can build great new Android apps for TV, optimize existing mobile or tablet apps for TV, and distribute those apps through Android Market.

While the add-on does not contain all features of Google TV, it enables developers to emulate Google TV and build apps using standard Android SDK tools. It also provides new APIs for TV interaction, such as TV channel line-up. Google TV emulation is currently supported on Linux with KVM only, and we are working on support for other operating systems. We�re very happy that through KVM we�ve been able to create a fast Android emulator for TV.

Depending on the design and use case, an existing Android app may work well on Google TV as is, or it may require fixes. With the add-on you can test your apps to determine if they would be a good fit for TV and whether any tweaks are required. We are also publishing UI guidelines to help you with topics like optimizing for D-pad navigation, presenting information for 10-foot viewing, designing apps that work well across devices, etc. The guidelines include information on how certain UI elements on Google TV differ from other Android devices.

As with other devices, apps that require features not supported on Google TV won�t appear in Android Market on Google TV. For example, Google TV-based devices do not have a touchscreen; hence apps which require touchscreen will not appear. Conversely, if the manifest says touchscreen is not required, the app will appear. Please follow our guidelines carefully.

These are still early days for Google TV, and this release is another step in providing developer tools for the big screen. While the number of apps available on TV will initially be small, we expect that through this early release of the add-on you'll be able to bring optimized TV apps into the ecosystem more quickly. To start doing this, download the Google TV add-on today. Also, please continue to reach out to us on the Google TV Android Developer Community forum. We look forward to your contributions!

Source : Android-Developers